RSS

mengenai ekonomi koperasi di sekitar kita

04 Jan

Nama : Nindy Zoraya

Npm : 13209834

Kelas : 2ea13

Koperasi Mitra Tani raih omzet Rp1 miliar/bulan JAKARTA: Koperasi Mitra Tani Parahiyangan di Cianjur, Jawa Barat, sukses menjalankan program agribisnis melalui metode one village one product (OVOP) yang dipopulerkan Kementerian Koperasi dan UKM. Kesuksesan itu ditandai dengan omzet koperasi beranggotakan sekitar 300 orang itu yang mencapai Rp1 miliar per bulan. Komoditas agribisnis unggulan yang dibudidayakan koperasi itu mengedepankan penggunaan pupuk semi organik. Sultan Effendie, Asisten Deputi Urusan Penelitian Sumberdaya Kementerian Koperasi dan UKM, mengatakan Koperasi Mitra Tani Parahyangan (MTP) sedikitnya membudidayakan sekitar 110 komoditas agribisnis di Desa Tegalega, Warung Kondang, Cianjur. “Mereka mampu melayani puluhan sampai ratusan outlet pasar modern di kawasan Jabodetabek. Sedangkan komoditas pasokannya rata-rata antara 1,5 ton sampai 2 ton per hari,” ungkap Sultan Effendie kepada Bisnis, hari ini. Dengan pasokan sebanyak itu, kata Sultan, wajar jika omzet mereka bisa mencapai Rp1 miliar per bulan sebab MTP berhasil mengoptimalkan seluruh potensi petani yang menjadi anggotanya di Desa Tegalega. Keberhasilan koperasi berbasis agribisnis itu tidak terlepas dari fasilitasi yang dilakukan Kementerian Koperasi dan UKM. Dua tahun lalu, MTP menerima satu mobil cooling unit sebagai alat transportasi pemasok ke Jabodatebaek. Penggunaan alat transportasi yang dilengkapi dengan penyejuk ruangan, sangat bermanfaat menjaga kesegaran seluruh komoditas sayuran ketika sampai di tangan pengelola gerai pasar-pasar modern di Jabodetabek. “Sebelum menggunakan mobil bantuan, sekitar 30% komitas ditolah oleh konsumen mereka yang didominasi pasar modern. Menggunakan mobil itu, kerugian sekitar 30% yang ditolak gerai-gerai modern, kini berlaih menjadi pendapatan,” kata Sultan. Ketua Koperasi Mitra Tani Parahiyangan Yayat Duriat menjelaskan kunci dari kesuksesan itu adalah jaminan pasokan yang dilakukan secara rutin kepada pengelola gerai pasar modern, sesuai dengan permintaan. “Kami mampu memenuhi permintaan mereka, karena menjaga hubungan baik dengan petani sebagai anggota. Kepada anggota, kami membeli dengan kontan , meski kami akan menerima hasik penjualan sekitar 2 pekan,” ujar Yayat. http://web.bisnis.com/sektor-riil/ritel-ukm/1id217608.html

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Januari 4, 2011 in Uncategorized

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: