RSS

Kenaikan Harga Gandum Tak Terhindarkan Ketahanan Pangan , Indonesia Bergantung Impor AS dan Australia

19 Feb

NAMA        : Nindy Zoraya

NPM          : 13209834

KELAS       : 2ea13

 

JAKARTA – Kenaikan harga gandum dan produk turunannya tak terhindarkan sekalipun pemerintah berusaha meredam dengan menyediakan dana kontingensi. Ancaman kenaikan harga terjadi karena selama ini Indonesia bergantung pada pasokan gandum asal Ameriksa Serikat dan Australia.

Berdasarkan proyeksi Badan Pangan Dunia (FAO), produksi gandum dunia terpangkas 25 juta ton pada Agustus 2010, yakni dari semula 676 juta ton di bulan Juni menjadi 651 juta ton.

“Kenyataan dunia itu membuat kita hanya bisa menunggu terjadinya kenaikan harga gandum dan tepung terigu. Toh, kita tidak bisa menghindari guncangan harga itu karena 100 persen kebutuhan gendum kita bergantung dari impor,” kata pengamat ekonomi pertanian, Khudori, Minggu (15/8).

Pekan ini, harga gandum dunia mencapai posisi tertinggi akibat eksportir utama Rusia melarang ekspor gandum menyusul terjadinya kekeringan dan kebakaran yang merusak tanaman gandum.

Harga gandum berjangka di Bursa Komoditas Chicago mencapai 7,89 dollar per gantang (sekitar 25 kilogram) atau mencapai level tertinggi sejak akhir 2008. Khudori menyebut selama ini Indonesia melalui Grup Bogasari menjadi outlet terbesar gandum impor asal Amerika Serikat dan Australia.

“Padahal, jika ketergantungan itu dilepas belum tentu dampak dari kebijakan Rusia merembet ke negeri kita,” katanya. Beberapa waktu lalu, Turki berencana baik memasok gandum.

Namun, belum lagi terbukti merugikan pasar nasional, pemerintah melalui Komite Anti Dumping Indonesia (KADI) sudah memvonis Turki melakukan dumping. Kini, Turki malah memasok kebutuhan gandum pasar Eropa yang lebih terbuka dan memenuhi kebutuhan pasar akibat produksi gandum Rusia berkurang.

Inflasi Naik

Sedangkan anggota Komisi VI DPR dari Fraksi PDI Perjuangan, Hendrawan Supratikno, menyatakan pemerintah harus mengantisipasi kenaikan harga gandum. Jika harga gandum semakin tinggi maka inflasi akan naik.

Hendrawan mengakui industri tepung terigu nasional dikuasai pemain utama hingga mampu menguasai pasar hampir 80 persen. “Padahal kalau di pasar itu ada persaingan, maka harga tepung terigu akan cenderung murah dan menguntungkan konsumen.

Jika pemerintah tidak bisa mengantisipasi kenaikan harga gandum, maka inflasi akan tinggi,” ujarnya. Pemerintah telah menjamin bahwa Asosiasi Pengusaha Tepung Terigu Indonesia sudah berkomitmen untuk tidak menaikkan harga tepung terigu sampai Lebaran.

“Setelah Lebaran akan dinilai lagi karena mereka memunyai komitmen harga gandum tidak akan naik,” kata Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Subagyo, Minggu (15/8).

Sebelumnya, Deputi Menko Perekonomian Bidang Pertanian dan Kelautan Diah Maulida mengatakan, jika harga gandum naik, maka berpotensi diikuti kenaikan harga produk substitusinya, seperti jagung dan kedelai.

“Pemerintah juga mewaspadai kenaikan harga komoditas lain,” paparnya.
aan/ind/E-8

http://www.koran-jakarta.com/berita-detail.php?id=60100

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Februari 19, 2011 in Uncategorized

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: