RSS

Bab 2 Landasan Teori (Metode Riset)

21 Okt

Nama               :  NINDY ZORAYA

NPM                 :  13209834

KELAS            :  3EA13

Teori Dasar / konsep : 

“sosial ekonomi yang kurang akan membatasi kesempatan belajar sehingga menimbulkan kesulitan pada anak”. Dalam buku lain juga dijelaskan bahwa “ ekonomi keluarga erat hubungannya dengan prestasi belajar anak. Anak yang sedang belajar selain harus terpenuhi kebutuhan pokok misalnya makan, minum, pakaian, perlindungan dan sebagainya dan juga membutuhkan fasilitas belajar”.

Dari kedua pendapat di atas dapat dipahami bahwa keadaan ekonomi keluarga sangat mempengaruhi pelaksanaan pendidikan anak dalam keluarga, artinya bila ekonomi keluarga sangat minim maka akan menuntut orang tuanya selalu berusaha mencari nafkah keluarga.

Faktor ketidakmampuan membiayai sekolah secara ekonomi jadi penyebab paling dominan putus sekolah. Kenyataan itu dibuktikan dengan tingginya angka rakyat miskin di Indonesia, yang anaknya tidak bersekolah atau putus sekolah karena tidak ada biaya.

Pendidikan murah atau gratis yang banyak diwacanakan dan diinginkan kalangan masyarakat, memang akan menolong jika ditinjau secara faktor ekonomi, namun kebijakan ini harus juga ditunjang dengan kebijakan lain untuk menuntaskan faktor-faktor penyebab putus sekolah lainnya. Karena faktor ekonomi bukan penyebab satu-satunya putus sekolah yang masih tinggi. Penyebab putus sekolah itu ternyata bermacam-macam, baik internal maupun eksternal dari diri siswa sendiri. Aspek internalnya, adalah tidak ada keinginan atau motivasi untuk melanjutkan sekolah dalam diri anak. Penyebab eksternalnya ialah faktor ekonomi orangtua yang tidak memungkinkan melanjutkan sekolah anak-anaknya.

Selain itu, kondisi orangtua yang tidak begitu memerhatikan pendidikan sang anak atau tidak begitu memahami makna pentingnya pendidikan juga jadi penyumbang terhadap kemungkinan putus sekolah sang anak. Faktor lain adalah kondisi keluarga anak, di mana perhatian orangtuanya kurang, juga merupakan penyebab kasus anak putus sekolah jadi tinggi.

Kajian Penelitian Sejenis :

  • Menurut kementerian Pemberdayaan Perempuan dan perlindungan anak (2009), angka putus sekolah di wilayah tersebut mencatat angka 1,45 persen, putus sekolah SD di empat wilayah lain mencapai 3-5 persen. Di tingkat SMP angkanya lebih tinggi lagi, yaitu 2-7 persen.
  • Retno Setyowati Gito (2007), angka putus sekolah di wilayah ini tercatat sebanyak 1.738 anak, lebih tinggi dari tahun sebelumnya yang hanya mencapai sekitar 1.400-an anak. Menurutnya, faktor ekonomi menjadi penyebab utama meningkatnya angka putus sekolah tersebut. “Dalam kondisi itu, anak terpaksa menjadi salah satu pencari nafkah dalam keluarga,” 3.
  • Menurut Ardiansyah (2011), penyebab anak putus sekolah adalah adanya faktor ketidakmampuan membiayai sekolah secara ekonomi jadi penyebab paling dominan putus sekolah. Kenyataan ini dibuktikan dengan tingginya angka rakyat miskin di Indonesia, yang anaknya tidak bersekolah atau putus sekolah karena tidak ada biaya.

Deskripsi / Indikator :

Faktor Ekonomi yaitu sebuah kondisi dimana pelaksanaan pendidikan tidak jarang kita dapatkan fenomena-fenomena atau problematika yang sangat mempengaruhi pendidikan.

Biaya adalah suatu harga perolehan yang dikorbankan atau yang digunakan dalam rangka memperoleh penghasilan atau revenue yang akan dipakai sebagai pengurang penghasilan.

Kemiskinan adalah keadaan dimana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan , pakaian , tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan. Kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar, ataupun sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan,

Kesimpulan Sementara :

Jadi Pemerintah sebaiknya memenuhi segala kebutuhan para siswa untuk bersekolah. Anak usia sekolah yang putus pendidikan dasar dicari dan dikembalikan ke lembaga pendidikan untuk menuntaskan pendidikan dasarnya dan memang menjadi prioritas dan ada komitmen, pembiayaan seharusnya tidak ada masalah. Semua unsur dan sektor pemerintahan seharusnya sepakat menempatkan pendidikan sebagai program Utama

Pengembangan Hipotesis :

Kenapa tingkat siswa yang putus sekolah Di Indonesia semakin tinggi :

  1. Karena adanya faktor Ekonomi yang sangat tinggi
  2. Adanya ketidakmampuan membiayai atau tidak ada biaya sekolah
  3. Adanya angka rakyat miskin di Indonesia.

Sumber :

http://aniendriani.blogspot.com/2011/03/faktor-mempengaruhi-pendidikan-keluarga.html

http://www.equator-news.com/kolom/20110912/penyebab-putus-sekolah-sangat-kompleks

http://febriebi.blogspot.com/2011/04/persoalan-ekonomi-indonesia.html

http://keadilansosial.wordpress.com/2008/08/12/841000-siswa-sd-putus-sekolah-karena-faktor-ekonomi-menjadi-salah-satu-penyebab/

Tugas ini diberikan oleh Bapak Prihantoro

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Oktober 21, 2011 in Uncategorized

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: