RSS

Bab 3 Metedologi Penelitian (Metode Riset)

06 Nov

Nama                   : Nindy zoraya

NPM                     : 13209834

KELAS                : 3EA13

 

BAB III
METEDOLOGI PENELITIAN

Data dan Sumber Data

Dalam melakukan analisis Anak yang putus sekolah data yang digunakan adalah Data Sekunder adalah data yang bersumber pada instasi pemerintah dan Dinas Pendidikan yang telah diteliti dan data yang diteliti kembali dari data sekunder seperti Penyelenggara Pendidikan non formal (PNF) suatu lembaga Pemerintah dalam menerbitkan data statistic atau data kuantitatif setiap variable.

Populasi dan Sampel

populasi dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat yang ada di Wilayah Surabaya Utara. Sampel diambil dengan metode cluster random sampling di wilayah yang terdapat anak putus sekolah di Surabaya Utara. Sebagai cluster adalah wilayah dimana terdapat anak putus sekolah kemudian diambil sampel secara acak anak yang masih sekolah usia 7 – 15 tahun Sehingga didapatkan 132 data.

Variabel dan Indikator
Penyebab anak putus sekolah bisa dilihat dari :

Faktor sosial budaya indikatornya antara lain:
Motivasi rendah, menjaga adik, malu, tidak naik kelas, nikah muda.

Faktor geografis indikatornya antara lain:
Daerah perbukitan dan jarak sekolah yang jauh dari rumah.

Faktor ekonomi indikatornya antara lain: Tidak ada biaya dan bekerja.
Dari ketiga faktor tersebut permasalahan geografis dan ekonomi sangat dominan menjadi penyebab anak putus sekolah.

Pemerintah telah berusaha menanggulangi masalah putus sekolah dengan memberikan
Program Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
Tujuan program BOS untuk membebaskan biaya pendidikan bagi siswa tidak mampu dan meringankan bagi siswa yang lain, agar mereka memperoleh layanan pendidikan dasar yang lebih bermutu sampai tamat dalam rangka penuntasan wajib belajar 9 tahun..

Model Penelitian

Kebanyakan anak yang terdata sebagai putus sekolah ternyata tidak memenuhi criteria disebabkan usianya sudah terlampau jenjangnya atau anak tersebut sebenarnya tidak putus sekolah, hanya saja kondisi ekonomi orang tua mereka tidak mampu, dll.
Sehingga tidak bisa terbentuk sampling frame secara probabilistik. Oleh karena itu, digunakan metode pengambilan sampel yang digunakan adalah non probabilistik sampling yaitu secara sampling purposif, suatu metode sampling non probabilistik yang didasarkan pada ciri-ciri atau sifat tertentu yang dipandang mempunyai hubungan erat dengan ciri-ciri atau sifat populasi sebelumnya (Hadi, 2006). Untuk menjamin keacakannya maka akan dilakukan uji keacakan data untuk tiap variabel prediktor. Sehingga kesimpulan yang didapat akan dapat dipertanggungjawabkan secara statistik.

Sumber :

http://digilib.its.ac.id/public/ITS-Undergraduate-9313-Paper.pdf

 

Tugas ini diberikan kepada Bapak Prihantoro


 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada November 6, 2011 in Uncategorized

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: