RSS

Arsip Bulanan: September 2011

ANALISIS JURNAL I

Nama : NINDY ZORAYA
NPM : 13209834
KELAS : 3EA13

Tema : Meningkatnya Tingkat Pengangguran
Judul : Tingkat Pengangguran di Jepang Mencapai 5,2%
Tahun : 2009

Latar Belakang Masalah :

(Tokyo-Jepang) Kementerian Dalam Negeri Jumat (25/12) mengumumkan, tingkat pengangguran di Jepang selama bulan November meningkat untuk pertama kalinya sejak empat bulan silam, jadi 5,2 persen dibandingkan 5,1 persen pada bulan Oktober.
Juru bicara kementerian menjelaskan, kenaikan ini dipicu oleh deflasi yang menyebabkan anjloknya industri ritel dan perdagangan grosir, sehingga turut mengakibatkan berkurangnya kebutuhan tenaga kerja pada sektor tersebut.
Jumlah keseluruhan pengangguran di Jepang selama November silam dilaporkan mencapai 3,31 juta orang, naik 750.000 orang dibandingkan dengan bulan yang sama tahun 2008.
Dari keseluruhan jumlah tersebut, sebanyak 1,14 juta orang merupakan korban PHK, yakni naik 490.000 orang dibandingkan tahun 2008.
Juru bicara kementerian menambahkan, tingkat pengangguran diantara pria telah meningkat 0,1 persen menjadi 5,4 persen, sedangkan untuk wanita juga naik 0,1 persen jadi 4,9 persen.
Khusus untuk sektor ritel dan perdagangan grosir, jumlah keseluruhan tenaga kerja berkurang 450.000 orang menjadi 10,23 juta orang. Sedangkan dalam sektor manufaktur jumlah tenaga kerja berkurang 740.000 orang jadi 10,63 juta orang.
Selain itu, berdasarkan survei oleh Kementerian Tenaga Kerja, selama periode Oktober 2008 hingga Maret 2010, diperkirakan jumlah keseluruhan pegawai sementara yang sudah atau akan kehilangan pekerjaan mencapai 250.291 orang. (YA/KN).
Selain angka pengangguran yang tinggi, lepang masih menghadapi masalah deflasi, yang merupakan pertanda pelemahan daya beli masyarakat. Pada Oktober, deflasi di Jepang tercatat sebesar 2,2 persen, dan pada November diperkirakan masih terjadi deflasi 1,7 persen.”Pasar tenaga kerja memang melambat, tetapi sepertinya ke depan akan membaik. Perlahan, pasar tenaga kerja akan membaik pada tahun depan meskipun kita tidak bisa berharap perbaikan yang cepat,” kata ekonom Monex Securitues, Naoki Murakami, di Tokyo, Jumat (25/12).
Ancaman deflasi, lanjut Murakami, sepertinya masih terus dialami. “Tidak ada yang berpikir bahwa deflasi akan segera berakhir,” ujar dia.Ekonom Daiwa Institute of Research, Hiroshi Watanabe, mengatakan ekonomi lepang sedang dalam tahap pemulihan awal, tetapi terhambat karena kenaikan angka pengangguran. “Angka pengangguran masih begitu tinggi. Sepertinya, masih akan di atas 5 persen dalam bulan-bulan ke depan,” kata dia.Ekonom SJS Markets, Dariusz Kowalczyk, mengatakan pasar tenaga kerja di Jepang saat initengah mengalami masa yang buruk.

Masalah :
1. Kenapa jumlah keseluruhan tingkat pengangguran d jepang selama Bulan November 3,31 juta orang naik 750.000 orang dibandingkan dengan bulan yg sama tahun 2008 ?
2. Mengapa angka pengangguran di jepang naik ?

Tujuan Penelitian :

1. Mengetahui Definisi Pengangguran
2. Mengetahui apa yang menjadi masalah pengangguran di Jepang
3. Mengetahui keadaan pengangguran di Jepang

Kesimpulan :

Jepang masih jauh dari proses pemulihan ekonomi. “Kita masih jauh dari pemulihan yang solid. Ke depan, masih ada risiko penyesuaian tenaga kerja,” kata dia.Kodama menambahkan, kasus pemutusan hubungan kerja (PHK) diperkirakan masih akan marak. Beberapa perusahaan besar menyatakan akan menutup beberapa pabrik. Perusahaan otomotif Toyota akan menutup pabrik di AS karena penjualan yang merosot. Japan Airliner akan mengurangi 5.000 karyawan dalam tiga tahun.

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada September 24, 2011 in Uncategorized

 

ANALISIS JURNAL II

Tema : Meningkatnya Tingkat Pengangguran
Judul : Tingkat Pengangguran di Singapura merosot ke level terendah dalam 3 tahun
Pengarang : Barratut Taqiyyah
Tahun : 2010

Latar Belakang Masalah :
SINGAPURA. Tingkat pengangguran Singapura melorot ke level terendah dalam tiga tahun terakhir. Salah satu penyebabnya, perusahaan membuka lapangan pekerjaan baru untuk memenuhi tingginya permintaan barang dan jasa di negara itu.

Berdasarkan keterangan dari Kementrian Tenagakerja Singapura hari ini, tingkat pengangguran musiman turun 1,9% dalam tiga bulan pertama di 2010 dari 2,2% di kuartal sebelumnya. Angka tersebut lebih rendah ketimbang nilai tengah estimasi sembilan ekonom yang disurvei Bloomberg sebesar 2%.
Diungkapkan pula, perekonomian Negeri Merlion tersebut diperkirakan menambah lapangan pekerjaan baru sebanyak 23.700 pada kuartal lalu.

“Saya memperkirakan, ada sekitar 100.000 lapangan kerja yang bakal tercipta tahun ini. Dengan perekonomian yang tumbuh sangat baik dan permintaan pekerja cukup tinggi, isu mengenai upah pekerja adan menjadi isu besar dalam beberapa kuartal ke depan,” jelas ekonom Bank of America Merrill Lynch di Singapura.

Masalah :
1. Mengapa Tingkat pengangguran Singapura melorot ke level terendah dalam tiga tahun terakhir ?
2. Apa Salah satu penyebab perusahaan membuka lapangan pekerjaan baru untuk memenuhi tingginya permintaan barang dan jasa di negara itu ?
Tujuan Penelitian :
1. Mengetahui keadaan angkatan kerja dan kesempatan kerja
2. Mengetahui akibat yang ditimbulkan dari pengangguran
Kesimpulan :
ada sekitar 100.000 lapangan kerja yang bakal tercipta tahun ini. Dengan perekonomian yang tumbuh sangat baik dan permintaan pekerja cukup tinggi, isu mengenai upah pekerja adan menjadi isu besar dalam beberapa kuartal ke depan,” jelas ekonom Bank of America Merrill Lynch di Singapura.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada September 24, 2011 in Uncategorized

 

ANALISIS JURNAL III

Tema : Meningkatnya Tingkat Pengangguran
Judul : Pengangguran Indonesia Meningkat Pesat
Tahun : 2011

Latar Belakang Masalah :
Menurut peneliti dari Pusat Penelitian Ekonomi (P2E) LIPI, Latif Adam, angka pengangguran di Indonesia diperkirakan akan naik sebesar 9 persen di tahun 2011 dari tahun lalu, sekitar 8.5 persen. Menurutnya, kenaikan junlah pengangguran ini lebih disebabkan menurunnya penyerapan tenaga kerja dalam bidang industri, yang mencapai 36.6 persen pada kuartal kedua di tahun 2008 ini.

Banyak bidang yang mengalami penurunan, termasuk bidang ekonomi yang emnunjukkan semakin melemahnya performa sector tradable (pertanian dan industri). Selain itu, penurunan kemajuan pertanian dan peternakan yang turun masing-masing 5 persen dan 3 persen, juga sector pertambangan dan industri pengolahan.Menurut Latif, masih terdapat juga 12 persen hingga 14 persen angka kemiskinan yang menanti di tahun 2009, sementara penyerapan tenaga kerja secara besar-besaran sepertinya hampir tidak ada.

Latif menambahkan mengenai masalah pengangguran ini diharpakan menjadi perhatian semua pihak, karena pertumbuhan non-tradable yang maju pesat, sementara sector tradable semakin melemah. Untuk itu, diperlukan kerja sama antara pemerintah dan pihak-pihak industri yang berkompeten untuk mendorong terbukanya kesempatan kerja dalam bidang industri. Hal ini sekligus, dipercaya Latif, dapat mengurangi dominasi dari sector non-tradable yang telah menyerap sekitar 70% tenaga kerja produktif.

Menurut data statistic periode Februari 2007 hingga Februari 2008, sector non-tradable yang dominan dalam penyerapan tenaga kerja baru adalah bidang perdagangan dan kemasyarakatan, yang masing-masing meraup sekitar 1,25 juta orang dan 1,82 juta orang, sehingga totalnya mencapai lebih dari 3 juta orang. Sedangkan jumlah tenaga kerja baru yang diserap dalam sector tradable hanya sebesar 430 ribu orang. Latif menilai dari hasil di atas, bahwa telah terjadi proses informalisasi atau dominasi dari sector non-tradable dalam perekonomian Indonesia, dan inilah tanda bahwa perekonomian Indonesia mungkin perlu adanya perbaikan.

Masalah :

Banyak bidang yang mengalami penurunan, termasuk bidang ekonomi yang emnunjukkan semakin melemahnya performa sector tradable (pertanian dan industri). Selain itu, penurunan kemajuan pertanian dan peternakan yang turun masing-masing 5 persen dan 3 persen, juga sector pertambangan dan industri pengolahan.Menurut Latif, masih terdapat juga 12 persen hingga 14 persen angka kemiskinan yang menanti di tahun 2009, sementara penyerapan tenaga kerja secara besar-besaran sepertinya hampir tidak ada.

Tujuan Penelitian :

1. Mengetahui Dampak pengangguran di Indonesia terhadap pertumbuhan ASEAN
2. Merealisasikan Industri untuk menyerap Tenaga Kerja dan mengurangi Pengangguran
3. Mengetahui data – data tentang pengangguran

Kesimpulan :

Data statistic periode Februari 2007 hingga Februari 2008, sector non-tradable yang dominan dalam penyerapan tenaga kerja baru adalah bidang perdagangan dan kemasyarakatan, yang masing-masing meraup sekitar 1,25 juta orang dan 1,82 juta orang, sehingga totalnya mencapai lebih dari 3 juta orang. Sedangkan jumlah tenaga kerja baru yang diserap dalam sector tradable hanya sebesar 430 ribu orang. Latif menilai dari hasil di atas, bahwa telah terjadi proses informalisasi atau dominasi dari sector non-tradable dalam perekonomian Indonesia, dan inilah tanda bahwa perekonomian Indonesia mungkin perlu adanya perbaikan.

Sumber :
http://yangpentingberes.blogspot.com/2011/02/2011-pengangguran-indonesia-meningkat.html

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada September 24, 2011 in Uncategorized